Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah dan Perkembangan 3D Printing Dunia dan Indonesia

Sejarah 3D Printing. Artikel yang membahas tentang awal mulanya teknologi Printer 3D dan sejarah perkembangannya di-dunia maupun di Indonesia. Walaupun sekarang ini baru ramai di bicarakan oleh media maupun masyarakat itu sendiri yang ternyata teknologi Printer 3D sebetulnya sudah lama ada.

Sejarah Lahirnya 3D Printing

Sebagaimana diketahui bahwa  Sejarah dan Perkembangan 3D Printing sudah berumur lebih dari 40 tahun. Namun masih banyak yang mengatakan bahwa teknologi Printer 3D masih baru. 

Sejarah dan Perkembangan 3D Printing Dunia dan Indonesia

Untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang Perkembangan dari 3D Printer ini, berikut bangnagol.eu.org akan mengupas  Sejarah dan Perkembangan 3D Printing.

Penemuan Awal 3D Printing berkisar Tahun 1981-1984

Sejarahnya 3D printing ini diciptakan oleh seseorang yang berasal dari Jepang yakni Dr. Hideo Kodama pada tahun 1981. Awal mulanya 3D Printer ini dibuat dan digunakan untuk membuat sebuah prototipe. 

Dr. Kodama  mengajukan paten dalam sebuah sistem peyemburan resin dengan teknologi canggih yakni laser. Alhasil hal tersebut gagal disebabkan kurangnya alat/fasilitas dan tertutama masalah keuangan dengan limit waktu 1 tahun.

Dr. Kodama Sejarah dan Perkembangan 3D Printing Dunia dan Indonesia
Dr. Kodama


Konsep dan Prinsip dalam membuat sebuah prototipe secara efektif diuji coba oleh 3 orang yang berasal dari Prancis dengan mengembangkan ide ataupun gagasan dari Dr. Kodama. 
Baca JugaPrinter 3D: Pengertian, Manfaat, Cara Penerapannya, Kelebihan dan Kekurangan

Ketiga orang itu adalah Jean-Claude André, Olivier de Witte, dan Alain le Méhauté. Pada Tahun 1984 mereka mencoba mengajukan paten tersebut akan tetapi hal yang sama terjadi, masalah soal biaya alhasil mereka berhenti. 

Penemuan Stereolitografi berkisar Tahun 1984-1988

Pada Tahun 1984 adalah masa yang paling berkesan dalam perkembangan teknologi cetak 3 dimensi (Printer 3D). Metode pembentukan lapis demi lapis resin pertama kali ditemukan oleh Charles ‘Chuck’ Hull yang bekerja di perusahaan furnitur. 

Awalnya karena bingung dan frustasi dengan pembuatan dari bagian terkecil dalam proses produksi furnitur tersebut.

Sejarah dan Perkembangan 3D Printing Dunia dan Indonesia Chuck Hull
Charles ‘Chuck’ Hull

Dengan penemuan tersebut, Charles ‘Chuck’ Hull diberikan fasilitas khusus dalam menyelesaikan project tersebut. Kurung waktu 3 minggu saja, berhasil membuat sebuah teknology canggih buatan sendiri dengan nama Stereolitografi sebagaimana kita ketahui dan gunakan saat ini.

Akhirnya pada Tahun 1986, Hull mendirikan sebuah persusahaan di Valencia  California sekaligus Paten buat stereolitografi dikeluarkan. Produk Komersial pertama dari perusahaan hul tersebut adalah SLA-1 pada tahun 1988. 

Perusahan Hull sampai saat ini masih eksis dunia Printing 3D. Kabarnya salah satu perusahaan 3D terbesar dan Pemimpin Pasar dalam Inovasi Printer 3D.

The Father of 3D PrintingSejarah perkembangan teknologi 3D printing tidak akan terlepas dari seorang Charles W. Hull atau sering disapa Chuck Hull. Ia lahir pada 12 Mei 1939 di Clifton, Colorado. Pada tahun 1961, pria yang dikenal sebagai “The Father of 3D Printing” ini berpindah ke California.

Inovasi 3D Printer Tahun 1988-1992

Berkat temuan teknologi dari Hull Paten buat stereolitografi menjadi Sejarah terciptanya 3D Printing di Dunia. Yang Kemudian muncul beberapa temuan teknologi canggih yang baru berkembang seperti:

Selective Laser Sintering (SLS)

Teknologi 3D Printing lainnya berhasil diciptakan. Saat Perusahaan Hull memperkenalkan produk komersialnya yakni SLA-1, pada tahun yang sama 1988 seorang pemuda sarjana dari University of Texas bernama Carl Deckard menemukan sebuah teknologi 3D Printer Selective Laser Sintering (SLS) yang diberi nama Betsy. 

3D Printing ini dapat menghasilkan sebuah potongan plastik yang sederhana. Tujuan dan maksudnya hanyalah sebuah uji coba saja yang tidak memprioritaskan detail objek dan kualitas Printer 3D.

Fused Deposition Modelling (FDM)

Sembari menunggu persetujuan paten soal teknologi Selective Laser Sintering (SLS), Pemerintah Amerika Serikat mengajukan sebuah paten lain dengan teknologi manufaktur aditif. 

Teknologi ini cukup sederhana jika dibandingkan dengan teknologi kedua sebelumnya. Teknologi ini disebut Fused Deposition Modelling (FDM). FDM ini diciptakan setelah muncullnya SLA dan SLS.

Salah seorang pendiri Stratasys oleh Scott Crump mengajukan FDM ke paten. Sebuah perusahaan yang berada di Minnesota yang seklaigus juga merupakan salah satu leader market 3D Printer dengan presisi tinggi. 

Kabar baiknya FDM dikeluarkan pada Tahun 1992. Poin ketiga awal sejarah perkembangan 3D Printer dan dengan ditandainya di gunakan oleh industri dunia kedokteran pada tahun 1990.

Dari ketiga temuan teknologi dasar Printer 3D diatas menandakan bahwa 3D Printing bukanlah teknologi baru lahir akan tetapi teknologi yang sudah cukup lama ada keberadaannya mulai dari tahun 1980 hingga 1990. Hinggalah sekarang ini yang kita kenal eksis dengan Printer 3D.

Sejarah Perkembangan Modern 3D Printing

The RepRap 3D Printing

Seorang dosen senior dari University of Bath, Inggris bidang teknik bernama Adrian Bowyer pada Tahun 2004 menemukan sebuah project RepRap yang dapat membuat mesin printer 3D tersebut mampu mencetak sebagian besar komponennya secara mandiri. Tujuannya adalah dengan bantuan teknologi dapat membantu menyebarluaskan secara cepat objek 3D kepada yang lain.

3D Printing on Demand

Dengan perkembangan teknologi 3D Printing saat ini, banyak perusahan yang menyediakan jasa 3D Printing on Demand salah satunya sebut saja Shapeways yang berasal dari Belanda yang dapat membantu mewujudkan impian seseorang walaupun tidak memiliki mesin 3d printer. 

Perusahaan ini kemudian menyebarkan sayap layanan jasanya sampai ke Amerika Serikat dan berhasil mendapatkan pendanaan dari berbagai pihak.

Sejarah baru perkembangan teknologi 3D Printing pada Tahun 2008. Dimana tahun yang pertama kalinya menggunakan alat mesin 3d printer dalam membuat dan menciptakan Kaki Palsu. 

Sungguh hingga sampai saat ini tak terhitung lagi orang dibantu dengan adanya bantuan Kaki Palsu berkat kecanggihan teknlogi 3d Printing.

Pada sejarah perkembangan 3d printer ini akan terus berlanjut. Disebabkan banyak Industri yang menggunakan teknologi 3d Printer ini misalnya saja dunia kesehatan, property bahkan otomotif. 

Semakin banyak yang memanfaatkan teknologi ini akan menjadi sebuah berkah untuk menjadikan usaha yang pastinya akan menguntungkan.

Sejarah Perkembangan 3D Printer di Indonesia

Teknologi canggih ini semakin hari diminati banyak orang maupun industri. Dunia cetak 3 dimensi sudah pasti mengetahui merk mesin 3d printer terbaik tentunya ini menjadi bagian penting pada perkembangan 3D printer Indonesia terutama bagi kalangan industri besar 3D printer.

Pada Tahun 2010 - 2013 adalah awal mulanya Sejarah Lahirnya Printer 3D (Tiga Dimensi) di Indonesia. Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa keberadaan 3D Printing ini sudah lama, namun pada perkembanganya di Indonesia sangat baru. 

Perkembangan dari teknologi ini memberikan manfaat yang signifikan. Pada dasarnya bahwa Mesin 3D printer ini tak terbatas. Dapat digunakan untuk media seperti plastik, kertas maupun bidang lainnya. 

Teknologi canggih ini mampu membuat sebuah prototype secara massal. Mampu menirukan gambar dari soft filenya menjadi sebuah cetakan 3 dimensi. Baca Juga Perkembangan Jasa 3D Printing di Indonesia

Perkembangan 3D Printing di Indonesia ditandai dengan banyaknya universitas maupun instansi pemerintahan memanfaatkan 3D Printer ini dalam penanganan masalah kesehatan maupun rekrontruksi bangunan. 

Teori stereolithography adalah yang dimanfaatkan oleh Indonesia dimana proses pembuatan objek 3D dibantu dengan soft file didalamnya.

Walaupun demikian banyak yang menggunakan Printer 3D ini dari berbagai kalangan, akan tetapi tidak seperti di luar sana kemajuan dan perkembangan printer 3d yang cukup. 

Indonesia sendiri belum atau masih minim informasi maupun sosialisasi akan 3D Printer ini yang sebenarnya sangat bermanfaat untuk menggenjot ekonomi maupun ilmu pengetahuan.

Teknologi 3D printer ini belum maksimal di pergunakan oleh masyarakat Indonesia, disebabkan pengetahuan dasar akan teknologi printer 3d yang dimiliki. 

Padahal jika dapat dimanfaatkan, investasi 3D Printing ini mencapai 21 Miliar dollar US. Bayangkan saja jika itu terjadi di Indonesia, bukankah akan membantu pertumbuhan ekonomi? Selanjutnya baca Pengertian / Defenisi Printer 3D

Penutup

Nah, demikian artikel tentang  Sejarah dan Perkembangan 3D Printing Dunia dan Indonesia yang dapat menjadi pengetahuan dan pembelajaran kepada kita semua akan 3D Printer. Semoga dapat bermanfaat. Jangan Lupa share dan cek artikel dalam blog BangNagol | Printer ini.

ARTIKEL LAINNYA